Sunday, 15 January 2017

Puas

Masih berat memang, pertemuan denganmu.  Belum cukup diriku untuk sampai bersamamu. untuk mengungkapkan segalanya. Belum pantas rasanya diri ini untuk sampai berdiri  sejajar dengan dirimu. Belum mampu diri ini mendekat untuk saling menghadap. hanya dapat menunduk untuk tau keadaan. Berpapasan sudah cukup untuk melepas sebagian rasa yang   masih sangat berat disini. Biarkanlah ini menjadi cerita untuk nanti, masih banyak waktu untuk menjadi lebih baik. Meski mungkin sakit untuk saat ini dan mungkin  masih tak akan ada kebahagiaan nanti, tapi masih berusaha menjadi lebih baik untukmu nanti. Meski tak ada jaminan dirimu untuku nanti. Tapi melihat senyum sudah cukup untuk sekedar melepas kerinduan dan menjadi kebahagian.

Thursday, 15 December 2016

Lupa

Terasa detakan jantung yang mendengdangkan rasa yang tak kunjung usai
Lupa bagaimana lantunan ayat suci yang yang mengetarkan jiwa
Lupa doa - doa yang mengucurkan air mata
Lupa bagaimana renungan malam yang mengguncangkan arasy
Terperosok dalam lembah kenistaan
Meracuni pikiran dan menutup mata untuk melihat masa depan
Hampir lelah
Lelah tuk melihat
Lelah tuk mendengar
Lelah tuk berucap
Dan menganggungkan namaMu
Ku hanya bisa memohon tobatMu
Menepikan hati ini denganMu
Mendekatkan ciptaan yang dapat menambatkan diriku padaMu

Thursday, 3 November 2016

Kerdil

Aku yang kau anggap sakti hanyalah serpihan kecil dalam dalam pecahan dunia. Aku hanyalahah orang kerdil yang tak punya kuasa atau kemampuan menerawang diriku sendiri. yang mungkin kau harus tau aku masih melihatmu  menunggu saat yang tepat mendekat dan mendapatkanmu seutuhnya. Hanya dengan tuntunanNya lah caraku tuk tetap berusaha sebaik mungkin melakukan yang bisa ku lakukan saat ini sampai menunggu saatnya nanti. Di saat waktu yang digariskanNya telah. Terima kasih kau masih percaya dengan orang kerdil ini meski rindu dan pedih mungkin yang hanya kau dapat. Waktu kita masih banyak tuk saling memahami meskipun mungkin raga kita tak saling bertemu semoga hati kita tetap digaja olehNya.

Thursday, 6 October 2016

Relativitas Waktu

Jarak dan waktu bukanlah sesuatu yang mudah diukur oleh dua orang yang sedang berjalan. Akan terdapat perbedaan diantara seorang orang yang berjalan lebih cepat dan berjalan lebih lambat. Seorang yang berjalan cepat akan melihat ke seorang yang berjalan adalah diam namun dia sesungguhnya sedang berjalan searah dengan dirinya, namun di kecepatan yang lebih lambat daripadanya. Sebagaimana dalam alquran menyatakan bahwa
".... Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung.” (QS: Al-Hajj:47).
Dari itu kita tahu bahwa tuhan itu berada di tempat dimana waktu daripadaNya berada pada kecepatan yang luar biasa cepat kita hanyalah titik kecil dihadapannya yang berjalan milyaran kali lebih lambat daripadaNya ataupun lebih yang tidak dapat dibandingkan denganNya.
Bahkan kita hanyalah bagian terlemah daripada mahluk mulia yang diciptakan Tuhan sebagai contoh adalah mahluk tuhan tercepat yang diciptakan dari cahaya yaitu malaikat. Dia mampu berjalan melintasi jagat dengan selang waktu yang jauh dari kita. Sebagaimana dalam alquran.
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”
(Qs. Al maarij, :4)
berdasarkan itu kita tahu sesungguh bahwa dihadapanNya kita bukanlah apa-apa dimatanya dan kita merupakan mahluk paling lemah yang tuhan ciptakan. Namun kita patut berbangga diri terhadap diri kita bahwa sesungguhnya kita adalah mahluk paling sempurna yang dijadikan tuhan sebagai khalifah dimuka bumi
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan dilautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’ : 70)
Permasalahan dalam mengelola waktu inilah yang menjadi masalah buat kita untuk apa dan dijalan mana kita menjalani waktu yang trasa lama namun sebentar dihadapanNya.
“Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.”
(Qs. Al Muminun: 112-114)
Yah bumi hanyalah sebentar tidak akan ada yang tau bumi kapan brakhir namun Tuhan tau kapan akhir dari dunia ini. Einstein mungkin hebat telah memecahkan salah satu hukum yang telah dibuat tuhan dengan teori relativitas khususnya tentang waktu dalam alquran. Namun itu hanyalah salah satu titik ilmu yang diciptakan tuhan yang mampu dia pecahkan. Maka carilah ilmu-ilmu itu agar kita mampu lebih dekat dengan memaknai apa yang diciptakanNya.

Wednesday, 28 September 2016

Takan Salah Memilih Tempat

Jodoh itu tidak akan salah memilih tempat. Sekian jarak dalam satu masa takan dapat menghalangi jalan yang telah digariskan rabb-Nya yang agung. Tidak ada kepastian dalam mulut seorang manusia, mereka hanya punya keinginan dan hanya akan memberi alasan. Kita hanya patut berdoa kepadaNya bukan meminta dari pada manusia. Selalu ada celah kecil yang akan diriNya beri untuk saling berbagi ikatan. Aku hanya pengecut yang meminjam hati dari Pemberi Rasa yang akan kembali padanya. Ku tak dapat berjanji namun ku dapat menyimpan rasa sampai kebahagiaan datang dalam kebaikan. sampai saat bisa tali silaturami dapat menjadi ikatan silaturahim. Meski itu hayalan panjang bukanlah janji. Lakukanlah yang buatmu bahagia, dan kulakukan apa yang kau suka. Tidak perlu bertanya dirimu apa? Namun selalu ada nama dalam doa yang terselip dan selalu senyuman dari setiap pesan yang kau siarkan. Semoga diriNya tetap menyimpan rindu itu.

Wednesday, 14 September 2016

Penyair

Tak ada sebuah perbincangan dari yang sebuah kalimat menyenangkan. Tiada kata yang manis selain kiasan. Bukan tak peka mungkin hanya menutup mata. bukan karena tak suka hanya takut mengungkap, takut mengungkap hati berkata rindu. hanya bisa melihat dan tersenyum. Lewat tulisan maupun pigura senyum bahagia. Hati mungkin tak pernah berdusta namun mulut meleset dari yang dirasa. bukan pengalihan hanya untuk mengakrabkan tak tau harus  berkata apa hanya ingin mengungkap rindu yang melanda. Bijih semu dalam titian rindu mengisi hati dalam kekosongan menunggu salam hangat dari kekhawatiran. Detak jam mengiring jiwa bersama isi hati yang terlepas mulut dan dan goresan seorang penyair.

 

visitor

free counters

About Me

i have learn in blogging sorry my blog is bad

Followers

My Learn Blogging Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template