Tuesday, 1 January 2019

2019

Malam pergantian tahun terlewati begitu saja. Ini adalah cerita pertama di tahun 2019 atas refleksi di tahun 2018. Yah sudah lama tidak menulis padatnya kegiatan dan masalah sebelumnya membuat tak bisa menulis. Berubahnya perkembangan jaman dari banyak blogger menjadi vlogger menjadi salah satu penyebab budaya membaca menjadi budaya menonton. Tapi masih banyak yang bisa diceritakan dengan tulisan dari pada yang dipertontonkan. Inilah ceritaku

Malam pergantian tahun seperti biasa seperti pergantian hari sebelumnya. Kesedihan masih terasa menjelang akhir tahun 2019. Ratusan nyawa orang melayang diterjang ombak raksasa di selat sunda. Semoga jiwa yang melayang dapat diterima semua amal dan ibadahnya dan dikuatkan keluarga yang ditinggalkannya.
Kembali ke tahun 2018 banyak cerita di tahun 2018 dari mulai kembali jadi mahasiswa kuliahan dengan tumpukan tugas hingga gagal ujian yang hampir membuat depresi. Yah 2018 adalah tahun ujian, dari ujian kehidupan sampai ujian pengetahuan dan semua berakhir di tahun 2018. Semua ujian itu karena Tuhan mau memberikan pahala yang berlimpah sebagaimana wahyu tuhan bahwa Allah SWT tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. (Qs. Al-baqarah:288). Sudah jelas bahwasanya ujian yang diberikan di tahun ini karena tuhan tau diriku bisa melewati dan diriNya telah menyiapkan untuk meningkatkan derajat di tahun berikutnya. Dan di penghujung tahun kemarin kembali bertemu dengannya dan ku rasa masih banyak rasa untuknya. Terima kasih 2018 pengalaman dan pelajarannya dan semoga di 2019 dapat terealisasi semua cita dan tujuan yang belum tercapai di tahun sebelumnya dan bertemu dengannya dengan cara yang lebih baik.

Thursday, 13 July 2017

Bahagialah !!!

Wahai teman yang kuharap jadi hidupku. bagaimana kabarmu sudah lama ku tak menulis untukmu. Bukan karena kata- kataku habis untukmu tapi waktu tak memberi ijin untuku menulis padamu, karena ku tahu takan habis ribuan kataku untukmu. Ku tahu  tahun ini mungkin adalah tahun yang paling membanggakan untukmu. selamat untuk kerja kerasmu, perjuangan selama beberapa tahun terbayar dengan sebuah penghargaan dari usaha dan doa keluargamu.  Aku mungkin belum mampu melihatmu, karena disini ku masih berjuang dengan tujuan yang kuanggap  manis jika ku terus pertahankan. Wahai temanku perjuanganmu belum brakhir masih banyak rintangan yang mungkin akan menghadang atau mungkin jodoh yang mulai mendekat padamu :-). Meskipun dalam bayangan atau harapan masih ada keinginan untuk kita bersama. seperti sebuah cerita dipisahkan untuk dipersatukan. Tapi mungkin waktuku terlalu lama untukmu, bukan tanpa sebab hanya saja kebahagiaan tidak dapat diraih hanya dengan suka atau mungkin cinta, namun harus ada pondasi agar 3 visi persatuan dapat tercapai. Ku tak akan marah jika mungkin waktumu untukku tlah habis dan tak akan menyerah jika ada sisa untukku. Bebahagialah dengan apa yang kau dapat hari ini dan terus bersyukur. Dengan begitu harapan yang lain akan dihadapkan kepadamu. Salam untuk sahabatmu, salam juga untuk keluargamu.

Tuesday, 24 January 2017

Aneh

Sungguh aneh memang sang pengatur menyiapkan skenarionnya. Di saat tak ada niat justru diriNya memberikan pertemuan. walau masih terasa sesak, rindu masih sebatas rindu. Hanya minta bersabar dan berharap dalam kesendirian. Meminta jalan paling baik dalam perjalanan untuk kembali. ketempat asal yang mungkin akan berubah suatu saat. Dengan harapan bersua dalam pojokan rindu yang masih tertinggal di sudut pekarangan. Meski mulut masih bisu. Tapi hati ingin berseru, berujar dan berteriak. Namun apa daya diriNya belum memberi kesempatan, mulut masih dikunci pintu hati pun masih tertutup menunggu ketukan disaat yang paling tepat.

Sunday, 15 January 2017

Puas

Masih berat memang, pertemuan denganmu.  Belum cukup diriku untuk sampai bersamamu. untuk mengungkapkan segalanya. Belum pantas rasanya diri ini untuk sampai berdiri  sejajar dengan dirimu. Belum mampu diri ini mendekat untuk saling menghadap. hanya dapat menunduk untuk tau keadaan. Berpapasan sudah cukup untuk melepas sebagian rasa yang   masih sangat berat disini. Biarkanlah ini menjadi cerita untuk nanti, masih banyak waktu untuk menjadi lebih baik. Meski mungkin sakit untuk saat ini dan mungkin  masih tak akan ada kebahagiaan nanti, tapi masih berusaha menjadi lebih baik untukmu nanti. Meski tak ada jaminan dirimu untuku nanti. Tapi melihat senyum sudah cukup untuk sekedar melepas kerinduan dan menjadi kebahagian.

Thursday, 15 December 2016

Lupa

Terasa detakan jantung yang mendengdangkan rasa yang tak kunjung usai
Lupa bagaimana lantunan ayat suci yang yang mengetarkan jiwa
Lupa doa - doa yang mengucurkan air mata
Lupa bagaimana renungan malam yang mengguncangkan arasy
Terperosok dalam lembah kenistaan
Meracuni pikiran dan menutup mata untuk melihat masa depan
Hampir lelah
Lelah tuk melihat
Lelah tuk mendengar
Lelah tuk berucap
Dan menganggungkan namaMu
Ku hanya bisa memohon tobatMu
Menepikan hati ini denganMu
Mendekatkan ciptaan yang dapat menambatkan diriku padaMu

Thursday, 3 November 2016

Kerdil

Aku yang kau anggap sakti hanyalah serpihan kecil dalam dalam pecahan dunia. Aku hanyalahah orang kerdil yang tak punya kuasa atau kemampuan menerawang diriku sendiri. yang mungkin kau harus tau aku masih melihatmu  menunggu saat yang tepat mendekat dan mendapatkanmu seutuhnya. Hanya dengan tuntunanNya lah caraku tuk tetap berusaha sebaik mungkin melakukan yang bisa ku lakukan saat ini sampai menunggu saatnya nanti. Di saat waktu yang digariskanNya telah. Terima kasih kau masih percaya dengan orang kerdil ini meski rindu dan pedih mungkin yang hanya kau dapat. Waktu kita masih banyak tuk saling memahami meskipun mungkin raga kita tak saling bertemu semoga hati kita tetap digaja olehNya.
 

visitor

free counters

About Me

i have learn in blogging sorry my blog is bad

Followers

My Learn Blogging Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template